Gerakan Pangan Murah Menyasar 57 Kelurahan Selama Ramadan

Gerakan Pangan Murah Menyasar 57 Kelurahan Selama Ramadan

MALANG — Gejolak harga pangan menjelang Ramadan diperkirakan kembali terjadi. Untuk meredam dampaknya terhadap daya beli warga, Pemkot Malang menggencarkan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang akan menjangkau seluruh kelurahan di Kota Malang selama bulan puasa.

Program tersebut disiapkan sebagai instrumen pengendalian harga sekaligus memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia. Saat ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang telah menggelar GPM rutin setiap Jumat di halaman kantor Dispangtan di Jalan Jenderal Ahmad Yani Utara, Polowijen, Kecamatan Blimbing.

Kepala Dispangtan Kota Malang Slamet Husnan menjelaskan, skema itu akan diperluas selama Ramadan. GPM direncanakan berlangsung setiap hari dengan lokasi bergilir di 57 kelurahan. Pelaksanaannya melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang melalui kolaborasi dengan Bulog, Bank Indonesia, Diskopindag, serta organisasi perangkat daerah terkait.

”Fokus kami dua hal yakni pada ketersediaan stok yang aman dan harga tetap terjangkau. Aksesnya juga harus dekat dengan masyarakat,” ujar Slamet kepada Jawa Pos Radar Malang kemarin.

Dalam pelaksanaannya, warga dapat membeli berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasaran. Komoditas yang disediakan meliputi beras, gula, telur, minyak goreng, tepung, serta produk hortikultura seperti cabai, tomat, bawang merah, dan bawang putih.

”Seluruh barang dijual satuan tanpa sistem paket agar pembelian bisa disesuaikan kebutuhan rumah tangga,” imbuh Slamet.

Mantan Sekretaris Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang itu menambahkan, tidak ada persyaratan khusus bagi masyarakat yang ingin berbelanja. Namun, untuk menjaga pemerataan distribusi, pembelian beras SPHP dibatasi maksimal dua sak ukuran lima kilogram per orang. Kebijakan tersebut diterapkan agar lebih banyak warga bisa merasakan manfaat program.

Pemkot Malang juga memberikan subsidi pada biaya distribusi untuk menekan harga jual. Selisih harga dengan pasar diperkirakan berkisar Rp 500 hingga Rp 4.000 per komoditas. Pemerintah berharap GPM mampu menjaga stabilitas pasokan, mengendalikan inflasi pangan, serta membantu masyarakat memenuhi kebutuhan selama Ramadan